Setiap orang yang memiliki kendaraan bermotor pasti pernah merasakan sulitnya birokrasi yang diterapkan oleh SAMSAT ketika kita akan memperpanjang SIM atau STNK. Situasi seperti ini pernah saya alami sendiri ketika saya akan memperpanjang STNK mobil saya. Hal ini adalah hal baru bagi saya, saya ingin belajar tentang proses perpanjangan STNK. Ketika saya datang ke kantor SAMSAT saya disambut dengan suasana kantor yang pengab oleh ramainya orang-orang yang mengantri dan juga hiruk pikuk para calo yang menawarkan jasanya. Calo ini bukan hanya berasal dari orang umum saja tetapi juga petugas SAMSAT itu sendiri. Ini membuat saya tersenyum kecewa melihatnya. Saya masuk ke kantornya yang terdiri dari 3 lantai, lantai pertama pengambilan formulir, lantai kedua untuk motor, dan ketiga untuk mobil, karena saya tidak tahu saya bertanya kepada seorang petugas di lantai pertama dimana tempat untuk perpanjang STNK mobil, di lantai 3 katanya. Saya langsung naik ke lantai teratas di gedung itu, sampai disana saya langsung menghadap petugas disana dan menyampaikan maksud saya. Tetapi saya malah dibentak karena saya belum menigisi formulir pendaftaran, saya Tanya dimana pak ngambil formulirnya?, dia malah membalas dengan muka garang dan dengan kasar membentak saya dengan kasar menyuruh saya ke bawah ngambil formulir, saya lalu turun lagi ke lantai pertama untuk mengambil dan mengisi formulir itu, kemudian saya kembali lagi keatas dan menyerahkannya kepada petugas tadi, raut mukanya masih merengut dan mengambil semua data yang saya berikan, kemudian saya Tanya apalagi pak proses selanjutnya…, dia membalas dengan membentak saya menyuruh duduk saja dan menunggu panggilan. Setelah saya menunggu sekitar 1,5 jam barulah STNK saya yang baru selesai. Saya keluar kantor itu dengan rasa kesal sekali. Saya kemudian menyimpulkan alasan kenapa orang-orang malas mengurus perpanjangan STNK sendiri yaitu karena pegawai yang tidak ramah dan proses birokrasi yang sangat ribet, mereka lalu berpikir lebih baik menggunakan jasa biro atau calo daripada merasakan panas, capek, dan dibentak-bentak oleh petugas.
Melihat hal ini saya dan teman-teman lalu membuat suatu gagasan baru, yaitu perpanjangan SIM dan STNK secara online melalui internet. Konsepnya adalah SAMSAT sebagai departemen yang berwenang menyimpan semua database pemilik kendaraan bermotor dan dapat diakses melalui jaringan internet, para pemakai kendaraan bermotor yang ingin memperpanjang SIM atau STNK mengisi form registrasi yang ada pada website milik SAMSAT dengan cara memasukkan nomor SIM/STNK mereka, lalu data itu terhubung dengan database yang dimiliki oleh SAMSAT, pembayaran dapat dilakukan dengan cara debit, transfer, atau menggunakan credit card, kemudian kita hanya tinggal menunggu petugas SAMSAT mengirimkan SIM/STNK yang baru ke alamat rumah kita. Sejauh ini mungkin itu system yang dapat diterapkan di Negara kita. Lama kelamaan petugas SAMSAT tidak perlu mencetak SIM/STNK yang baru kemudian mengantar ke rumah kita, kita hanya melakukan registrasi, bayar, dan kemudian SIM/STNK sudah otomatis diperpanjang tanpa mengganti kertas atau kartu, data itu sudah masuk kedalam database samsat, ketika masa berlakunya habis maka dengan otomatis informasi itu akan terkirim ke departemen kepolisian untuk menahan kendaraan yang masih berkeliaran di jalan yg blm membayar pajak.